Merosotnya Semangat Muda

Semangat muda adalah semangat yang dimiliki oleh pemuda. Biasanya dikategorikan berumur anak SMP-SMA-Mahasiswa. Namun pengkategorikan itu akhirnya meluas hingga manusia berumur 20tahunan, 30tahunan, sebelum mencapai umur 40 tahun. Karena umur 40 tahun sudah dianggap lebih mapan dan siap untuk jenjang pendewasaan.

Semangat muda cenderung merosot. Walau akhirnya banyak dari pemuda yang berhasil melewati masa muda mereka dengan kesuksesan, tak ayal penuh dengan kerja keras. kerja keras secara fisik, pikiran, serta mental. Ini perlu dipahami dengan baik jika semangat itu tidak ingin mengendur bahkan hilang sama sekali. Contoh sederhananya adalah, seseorang yang sedang menempuh jenjang pendidikan kuliahnya, merasa sangat hopeless saat jurusan yang diambilnya teryata jauh dari minat dan bakatnya (desakan orang tua), sehingga semangat untuk bisa berjuang menyelesaikan pendidikan yang diambilnya terasa berat dan sulit.

Analisis sederhana yang saya sajikan adalah menilik dari penggunaan social engine yang ternyata menggerus mental semangat para pemuda (biasanya disebut “alay” atau “lebay”). Entah dari kata baru diatas, kata yang sebenarnya tidak pernah ada di kamus resmi bahasa Indonesia, karena cenderung bertransformasi dengan jaman, kata “gaul” yang terkadang terlalu sarkas sehingga memancing emosi yang berujung pada caci maki. Padahal tidak harus semestinya seperti itu.

Nah, kembali pada merosotnya semangat pemuda ini. Kita ambil Facebook sebagai study kasus ringan ini. Manusia cenderung ekspresif dengan lingkungannya. Sehingga penggunaan facebook yang ditujukan untuk berkomunikasi dengan teman lama, berkembang menjadi media ekspresif yang terlewat ekspresif. Dugaan awal adalah terlalu riskannya kemunduran semangat pada para pemuda. Entah itu karena takut tidak setenar teman facebooknya, sehingga ekspresif diri cenderung berlebihan. Dalam kasus serupa, kurangnya tempat sosial yang bijak. Sehingga menjadikan Facebook sebagai ladang curhat yang semestinya dapat dilakukan diranah sosial, antar teman-teman, yang mana dapat mempererat tali silaturahmi. Bukti-bukti nyatanya bisa dilihat dengan banyaknya Facebooker yang cenderung pesimistis dalam hal penulisan status. Lebih kearah menyerah dengan keadaan hidup lebih dini.

Perlu diperbaiki memang, dengan lebih mengoreksi diri sendiri dan lebih produktif kedepannya. Bukan sekedar berkeluh kesah dalam media-media online yang lebih mengharapkan rasa iba orang lain. Sehingga melemahkan diri sendiri dalam menghadapi hidup. Motivasi itulah yang diperlukan. Sudah banyak media motivasi yang disajikan, bahkan hingga ke dalam Facebook sendiri. Sehingga media tersebut diharapkan dapat digunakan secara bijak, karena hanyalah sebuah media, bukan selamanya menjadi tempat melemahkan diri sendiri. Dengan demikian, analisis ini saya tutup dengan kesimpulan, merosotnya semangat muda lebih diakibatkan modernitas tetap dapat memberikan peluang meraih kesuksesan dari modernitas itu sendiri, lebih kepada penggunaan pribadi masing-masing yang masih perlu diubah.

Iklan

Tentang Hanif Mahaldi

Mahasiswa di UGM Jogja Jurusan Fisika Mipa, masih terus belajar mencari arti kesuksesan dengan "passion" menulis, bercerita dengan tulisan, atau apapun yang benar-benar bisa menyenangkan dengan tulisan.
Pos ini dipublikasikan di Motivasi Analisis dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Merosotnya Semangat Muda

  1. Sandy Prayoga berkata:

    Emm.. Blog baru neh mas..
    Semangat Yah.. Makasih Udah kunjung..
    Salam Kenal

  2. TuSuda berkata:

    Media tetaplah sebuah sarana pendukung.
    Sedangkan semangat harus tetap ada, dan saling menyemangatkan bersama para sahabat.
    SALAM Hangat dari Kendari… 🙂

  3. alid abdul berkata:

    apapun medianya yang penting semangatnya hahaha…
    thx uda berkunjung

  4. Jeprie berkata:

    Blog baru ya. Semoga sukses.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s